Fisiologi hewan Sistem pernapasan pada hewan
Sistem Pernapasan Pada Hewan
Sistem Pernapasan (respirasi) pada hewan.
1. Sistem Pernapasan
pada Mamalia
Hewan mamalia memiliki
sistem dan mekanisme pernapasan yang sama dengan manusia. Ala-alat
pernapasannya terdiri atas hidung, batang tenggorok, dan paru-paru. Pada
paru-paru terdapat gelembung paru-paru (aveolus)
yang berdinding tipis dan terdiri atas satu lapis sel. Dinding alveolus berimpitan dengan dinding pembuluh kapiler darah
yang juga terdiri atas Satu lapis sel. Oksigen masuk ke dalam kapiler darah dan
karbon dioksida keluar dari kapiler darah melalui proses difusi.
2. Sistem Pernapasan
pada Aves
Alat-alat pernapasan
pada aves (burung) terdin atas lubang hidung, batang tenggorok (trakea), cabang batang tenggorok (bronkus), dan paru-paru. Udara masuk
melalui lubang hidung, kemudian ke batang tenggorok, cabang batang tenggorok,
dan akhirnya masuk ke dalam paru-paru. Di dalam paru-paru terdapat gelembung
paru-paru (alveolus), tempat
terjadinya pertukaran gas. Di bagian bawah trakea terdapat alat suara
yang disebut siring. Udara bertekanan tinggi yang melalui siring akan
menggetarkan selaput suara di dalamnya dan menghasilkan bunyi.
Pada umumnya burung
yang dapat terbang memiliki alat bantu pernapasan berupa pundi-pundi udara.
Sembilan buah pundi-pundi udara itu adalah sebagai berikut:
Sepasang pundi-pundi
udara di leher;
Sepasang pundi-pundi
udara di dada bagian depan;
Sepasang pundi-pundi udara di perut; Sepasang pundi-pundi udara di dada bagian belakang;
Sebuah pundi-pundi udara diantara tulang selangka yang bercabang-cabang membentuk pundi-pundi udara antartulang selangka.
Sepasang pundi-pundi udara di perut; Sepasang pundi-pundi udara di dada bagian belakang;
Sebuah pundi-pundi udara diantara tulang selangka yang bercabang-cabang membentuk pundi-pundi udara antartulang selangka.
Pundi-pundi udara pada burung
berfungsi untuk membantu pernapasan pada waktu terbang, mengatur berat
jenis tubuh, dan memperkeras suara yang dihasilkan oleh siring.
Pundi-pundi udara
dapat mengatur berat jenis tubuh burung. Hal itu dilakukan dengan cara mengisi
atau mengosongkan pundi-pundi udara. Pundi-pundi udara yang berisi udara
menyebabkan berat jenis tubuh Secara keseluruhan menurun sehingga membantu dan memudahkan
burung untuk terbang. Sebaliknya, apabilah pundi-pundi udara kosong, berat
jenis tubuhnya akan naik. Pada waktu burung mengepakkan sayapnya untuk terbang, pengambilan oksigen
melalui hidung mengalami hambatan karena kontraksi otot-otot dada menekan
paru-paru dan menghambat masuknya udara ke dalam paru-paru. Untuk memenuhi
kebutuhan oksigen pada waktu terbang, burung menggunakan cadangan udara yang
ada di dalam pundi-pundi udara. Selanjutnya, udara tersebut masuk ke dalam
paru-paru. Di dalam paru-paru terjadi pertukaran gas. Oksigen diikat óleh
darah, kemudian diedarkan ke seluruh tubuh untuk proses oksidási. Karbon dioksida dari darah dilepaskan, kemudian
dibuang ke luar tubuh melalui hidung. Burung setelah terbang beberapa saat akan
menghabiskan udara yang tersimpan dàlam pundi-pundi untuk bernapas. Pundi-pundi
udara akan diisi kembali ketika burung hinggap di atas pohon atau melayang di
udara tanpa mengepakkan sayapnya.
3. Sistern Pernapasan
pada Reptilia
Sistèm pernapasan pada
reptilia mirip dengan sistem pernapasan pada burung. Alat-alat pernapasan pada
reptilia terdiri atas lubang hidung, batang tenggorok, dan paru-paru. Fase pemasukan udara (inspirasi) dan fase pengeluaran udara (ekspirasi) pada
reptilia terjadi melalui mekanisme pernapasan yang sama dengan mamalia.
Beberapa jenis reptilia yang hidup di air, misalnya buaya, memiliki katup pada lubang hidung, batang tenggorok, dan kerongkongannya. Dengan demikian, ketika buaya menyelam, air tidak dapat masuk ke saluran pernapasan dan saluran pencernaan.
Beberapa jenis reptilia yang hidup di air, misalnya buaya, memiliki katup pada lubang hidung, batang tenggorok, dan kerongkongannya. Dengan demikian, ketika buaya menyelam, air tidak dapat masuk ke saluran pernapasan dan saluran pencernaan.
4. Sistem Pernapasan
pada Amfibi
Katak adalah hewan
amfibi yang selama hidupnya mengalami metamorfosis atau perubahan bentuk tubuh.
Seiring dengan proses metamorfosis,
alat pemapasan pada katak juga mengalami perubahan. Setelah menetas, berudu
katak bemapas dengan dua pasang insang luar. Beberapa saat kemudian,
terbentuk pasangan insang yang ketiga, sedangkan dua pasang yang lain menjadi
bertambah besar. Lembaran-lembaran insang tersebut selalu bergetar sehingga air
di sekelilingnya selalu berganti. Oksigen yang terlarut dalam air di sekeliling
insang berdifusi masuk ke dalam pembuluh kapiler darah pada insang.
Selanjutnya, celah-celah insang terbentuk di antara lengkung- lengkung insang
bersamaan dengan terbentuknya mata pada waktu berudu berumur sekitar enam
sampai sembilan hari.
Kemudian, insang luar segera menunjukkan tanda-tanda mengerut bersamaan dengan terbentuknya insang dalam. Pada umur 12 hari, terbentuklah penutup insang (operkulum) dan lipatan kulit di depan insang pada kedua sisi. Seiring dengan proses metamorfosis katak, insang dalam kemudian menghilang dan berubah menjadi paru-paru. Setelah berudu menjadi katak dewasa, pernapasan dilakukan melalui paru-paru, kulit, dan selaput rongga mulut. Pernapasan melalui paru-paru bagi amfibi merupakan pemapasan yang utama. Pernapasan melalui paru-paru dimulai ketika katak mengisi rongga mulutnya dengan udara, kemudian menutup lubang hidungnya sebelah dalam. Hal ini mengakibatkan udara dan rongga mulut terdorong masuk ke dalam paru-paru. Pernapasan melalui kulit dilakukan katak pada saat di dalam air ataupun di darat. Pernapasan ini dapat terjadi karena kulit katak yang tipis itu banyak mengandung kapiler darah dan perkembangan sistem pernapasan insang luar. Kulit tubuh katak yang selalu dijaga agar tetap lembap atau basah itu memudahkan oksigen yang berada di luar tubuh untuk berdifusi ke dalam pembuluh kapiler darah Agar kulit selalu lembap atau basah, katak memilih habitat di sekitar kolam, rawa, sungai, dan sawah.
Selaput rongga mulut katak juga digunakan untuk bemapas. Ketika katak mengisi rongga mulutnya dengan udara, oksigen yang terkandung dalam udara berdifusi melalui selaput rongga mulut. Selanjutnya, oksigen tersebut diikat oleh darah dan diedarkan ke seluruh tubuh katak.
Kemudian, insang luar segera menunjukkan tanda-tanda mengerut bersamaan dengan terbentuknya insang dalam. Pada umur 12 hari, terbentuklah penutup insang (operkulum) dan lipatan kulit di depan insang pada kedua sisi. Seiring dengan proses metamorfosis katak, insang dalam kemudian menghilang dan berubah menjadi paru-paru. Setelah berudu menjadi katak dewasa, pernapasan dilakukan melalui paru-paru, kulit, dan selaput rongga mulut. Pernapasan melalui paru-paru bagi amfibi merupakan pemapasan yang utama. Pernapasan melalui paru-paru dimulai ketika katak mengisi rongga mulutnya dengan udara, kemudian menutup lubang hidungnya sebelah dalam. Hal ini mengakibatkan udara dan rongga mulut terdorong masuk ke dalam paru-paru. Pernapasan melalui kulit dilakukan katak pada saat di dalam air ataupun di darat. Pernapasan ini dapat terjadi karena kulit katak yang tipis itu banyak mengandung kapiler darah dan perkembangan sistem pernapasan insang luar. Kulit tubuh katak yang selalu dijaga agar tetap lembap atau basah itu memudahkan oksigen yang berada di luar tubuh untuk berdifusi ke dalam pembuluh kapiler darah Agar kulit selalu lembap atau basah, katak memilih habitat di sekitar kolam, rawa, sungai, dan sawah.
Selaput rongga mulut katak juga digunakan untuk bemapas. Ketika katak mengisi rongga mulutnya dengan udara, oksigen yang terkandung dalam udara berdifusi melalui selaput rongga mulut. Selanjutnya, oksigen tersebut diikat oleh darah dan diedarkan ke seluruh tubuh katak.
5. Sistem Pernapasan pada Pisces
Alat pemapasan pisces (ikan) umumnya berupa insang yang berjumlah empat pasang.
Letaknya di samping kiri dan kanan kepala. Masing-masing memiliki banyak
lembaran yang diselubungi oleh jaringan epitel dengan banyak anyaman pembuluh
darah kapiler. Permukaan insang sangat lebar, terutama pada ikan yang aktif
bergerak. Gerakan cepat itu meningkatkan kecepatan aliran air pada insang. Insang
memiliki struktur yang baik untuk mengarahkan aliran air dan darah dalam
pertemuan/kontak yang sangat dekat. Pertukaran gas secara efisien terjadi
ketika air mengalir melalui lembaran insang dan darah yang berada di permukaan
insang mengalir dengan arah yang berlawanan
(countercurrent). Dengan cara demikian, sekitar 80—90% oksigen sangat
efisien masuk ke aliran darah. Pada ikan bertulang keras, misalnya ikan mas,
insang dilindungi oleh tutup insang. Sebaliknya, ikan bertulang rawan, misalnya
hiu. tidak memiliki tutup insang. Mekanisme
pernapasan pada ikan melalui fase
inspirasi dan fase
ekspirasi. Fase inspirasi adalah fase pemasukan air ke dalam rongga
mulut. Penutup insang menyamping, tetapi celah belakang masih tertutup selaput
sehingga rongga mulut membesar. Keadaan ini menyebabkan tekanan udara dalam
rongga mulut lebih kecil daripada tekanan udara di luar. Kemudian, bersamaan
dengan membukanya celah mulut, air masuk ke dalam rongga mulut. Fase ekspirasi
ialah fase pengikatan O2 dan air dan pelepasan CO2 dan dalam tubuh.
Setelah rongga mulut penuh berisi air, celah mulut tertutup, dan celah insang
membuka. Bersamaan dengan itu air didorong melewati lembaran insang sehingga
terjadi pertukaran gas. Darah di dalam pembuluh kapiler selaput insang
melepaskan CO2, ke dalam air dan mengikat O2 dan air. Sebagian besar jenis ikan
memiliki organ gelembung renang yang mempunyai dua macam fungsi, yaitu untuk mengatur berat tubuh agar dapat naik
turun di dalam air dan sebagai tempat cadangan oksigen.Beberapa jenis ikan,
misalnya ikan gabus, ikan lele, ikan betok, dan ikan gurami, mempunyai alat
bantu pernapasan yang disebut labirin.
Labirin adalah lipatan-lipatan yang tidak teratur sebagai perluasan rongga
insang untuk menyimpan udara. Dengan memiliki labirin, ikan dapat hidup di
dalam air yang berkadar oksigen rendah, misalnya pada lingkungan berlumpur.
Ada juga beberapa jenis ikan yang bernapas dengan paru-paru. Misalnya, ikan paru-paru australia (Neoceratodus sp.), ikan paru-paru afrika (Protopterus sp.), dan ikan paru-paru amerika selatan (Lepidosiren sp.). Ikan ini memiliki sebuah atau sepasang gelembung udara yang digunakan sebagai paru-paru, disebut pulmosis.
Ada juga beberapa jenis ikan yang bernapas dengan paru-paru. Misalnya, ikan paru-paru australia (Neoceratodus sp.), ikan paru-paru afrika (Protopterus sp.), dan ikan paru-paru amerika selatan (Lepidosiren sp.). Ikan ini memiliki sebuah atau sepasang gelembung udara yang digunakan sebagai paru-paru, disebut pulmosis.
6. Sistem Pernapasan pada Serangga
Sistem pernapasan pada
serangga disebut sistem trakea.
Bentuknya berupa anyaman-anyaman tabung yang bercabang-cabang ke seluruh tubuh.
Cabang-cabang kecil pada trakea yang menembus jaringan tubuh disebut trakeol. Trakea bermuara pada Jubang
kecil yang disebut stigma (spirakel). Spirakel
berfungsi sebagai jalan masuk dan keluarnya udara pernapasan. Belalang adalah
serangga yang memiliki sepuluh pasang spirakel, dua pasang spirakel terletak di
bagian dada dan delapan pasang lainnya terletak di sisi samping perut. Spirakel
tersebut dilindungi oleh bulu yang membantu menepiskan debu dan benda-benda
asing lain dan udara sebelum masuk ke trakea. Spirakel memiliki katup yang
dapat membuka dan menutup. Pada waktu belalang menarik napas, otot pada
kerangka luar mengendur, tubuh serangga mengembang. Keadaan ini menyebabkan
udara dan luar masuk melalui spirakel menuju ke dalam trakea, kemudian melalui
trakeol sampai ke sel-sel tubuh. Pada waktu otot kerangka luar berkontraksi,
tubuh belalang mengempis. Akibatnya, udara dan trakea terdesak menuju spirakel
untuk dikeluarkan. Mekanisme pernapasan
pada serangga meliputi tiga fase, yaitu fase inspirasi, pertukaran gas, dan
ekspirasi. Fase inspirasi memerlukan waktu seperempat detik, spirakel daerah
dada membuka. Fase pertukaran gas memerlukan waktu sekitar satu detik, spirakel
daerah dada ataupun perut menutup. Fase ekspirasi memerlukan waktu sekitar sath
detik, spirakel daerah perut terbuka selama kurang lebih sepertiga detik.
Serangga yang hidup di air rnempunyai alat pernapasan yang berupa insang trakea. Insang trakea merupakan alat pernapasan yang berbentuk tabung, berdinding tipis dengan banyak trakeol,dan memiliki permukaan luas. Perrnukaan yang luas akan meningkatkan proses difusi oksigen dan dalam air menuju sistem trakea. Larva nyamuk yang hidup di air mempunyai tabung pernapasan yang dapat dijulurkan ke permukaan air. Tabung tersebut berhubungan dengan sistem trakea dalam tubuhnya. Beberapa serangga air dewasa, misalnya kumbang air, memiliki cadangan udara yang tersimpan di bawah sayapnya. Kumbang air berenang ke permukaan air untuk bernapas. Sebagian udara yang diisap akan disimpan untuk digunakan pada waktu berada di dalam air. Darah serangga tidak mengandung hemoglobin sehingga tidak dapat mengikat oksigen. Oleh karena itu, darah serangga tidak berwarna merah. Setelah masuk ke dalam trakea, oksigen menuju ke trakeol,
kemudian masuk ke dalam sel-sel tubuh secara difusi. Karbon dioksida yang merupakan sisa dan pernapasan, dikeluarkan juga rnelalui sistem trakea yang bermuara pada spirakel.
Serangga yang hidup di air rnempunyai alat pernapasan yang berupa insang trakea. Insang trakea merupakan alat pernapasan yang berbentuk tabung, berdinding tipis dengan banyak trakeol,dan memiliki permukaan luas. Perrnukaan yang luas akan meningkatkan proses difusi oksigen dan dalam air menuju sistem trakea. Larva nyamuk yang hidup di air mempunyai tabung pernapasan yang dapat dijulurkan ke permukaan air. Tabung tersebut berhubungan dengan sistem trakea dalam tubuhnya. Beberapa serangga air dewasa, misalnya kumbang air, memiliki cadangan udara yang tersimpan di bawah sayapnya. Kumbang air berenang ke permukaan air untuk bernapas. Sebagian udara yang diisap akan disimpan untuk digunakan pada waktu berada di dalam air. Darah serangga tidak mengandung hemoglobin sehingga tidak dapat mengikat oksigen. Oleh karena itu, darah serangga tidak berwarna merah. Setelah masuk ke dalam trakea, oksigen menuju ke trakeol,
kemudian masuk ke dalam sel-sel tubuh secara difusi. Karbon dioksida yang merupakan sisa dan pernapasan, dikeluarkan juga rnelalui sistem trakea yang bermuara pada spirakel.
7. Sistem Pernapasan pada Kalajengking dan Laba-Laba
Alat pernapasan
kalajengking dan laba-laba adalah paru-paru buku. Paru-paru buku tersebut
terletak di sisi tubuh bagian bawah. Biasanya, paru-paru buku berupa dua buah
kantong. Masing-masing terdiri atas lipatan serupa lembaran daun yang berjumlah
lima belas hingga dua puluh lembar. Lipatan tersebut terbentuk dari lapisan epitel permukaan tubuh yang
melekuk ke arah dalam dan membentuk helaian-helaian dalam suatu rongga. Setiap
helaian itu berhubungan dengan udara luar rnelalui lubang spirakel. Melalui
lipatan-lipatan itu, darah mengalir di dalam paru-paru buku. Udara masuk
melalui stigma, kemudian menyebar di dalam ruang-ruang di antara
lipatan-lipatan sehingga berhubungan langsung dengan darah.
8. Sistern Pernapasan pada Udang-udanga
Hewan-hewan kelompok
kelas udang-udangan (Crustacea)
yang hidup di air, bernapas dengan insang. Pada umumnya, masing-masing terdapat
di rongga atau kamar insang. Kamar-kamar insang terletak di antara branchiostegit (pelindung insang) dan
dinding badan.
Di permukaan insang banyak terdapat pembuluh darah dengan membran yang tipis. Oleh karena itu. proses pemasukan oksigen dari lingkungan ke darah dan pengeluaran karbon dioksida dan darah ke lingkungan yang berlangsung secara difusi, dapat terjadi dengan cepat dan efisien.Keadaan insang hewan kelas udang-udangan bergantung kepada jenis dan habitatnya. Pada umumnya, bila kemampuan hidup di darat makin meningkat, insang mengalami penyusutan. Kepiting yang hidup di daerah pasang surut terbawah mempunyai 26 insang, hewan yang hidup di daerah Iebih dekat dengan daratan mempunyai 18 insang, sedangkan yang hidup di pantai mempunyai 12 insang.
Jenis udang-udang lain yang dapat hidup di air dan darat mempunyai rongga insang dengan banyak pembuluh darah. Pada kepiting darat, pertukaran udara terjadi dalam rongga insang. Insang menonjol ke dalam rongga insang yang memungkinkan terjadinya pertukaran udara.
Di permukaan insang banyak terdapat pembuluh darah dengan membran yang tipis. Oleh karena itu. proses pemasukan oksigen dari lingkungan ke darah dan pengeluaran karbon dioksida dan darah ke lingkungan yang berlangsung secara difusi, dapat terjadi dengan cepat dan efisien.Keadaan insang hewan kelas udang-udangan bergantung kepada jenis dan habitatnya. Pada umumnya, bila kemampuan hidup di darat makin meningkat, insang mengalami penyusutan. Kepiting yang hidup di daerah pasang surut terbawah mempunyai 26 insang, hewan yang hidup di daerah Iebih dekat dengan daratan mempunyai 18 insang, sedangkan yang hidup di pantai mempunyai 12 insang.
Jenis udang-udang lain yang dapat hidup di air dan darat mempunyai rongga insang dengan banyak pembuluh darah. Pada kepiting darat, pertukaran udara terjadi dalam rongga insang. Insang menonjol ke dalam rongga insang yang memungkinkan terjadinya pertukaran udara.
9. Sistem Pernapasan pada Cacing
Cacing tanah bemapas
melalui kulitnya yang tipis. Kulitnya banyak men gandung kapiler darah dan
kelenjar lendir yang selalu menghasilkan lendir. Lendir berguna untuk menjaga
kulitnya selalu basah agar oksigen mudah berdifusi melalui kulit. Oksigen
berikatan dengan hemoglobin di dalam plasma darah membentuk oksihemoglobin, kemudian diedarkan ke
seluruh tubuh melalui pembuluh darah. Lendir yang terdapat pada kulit cacing
tanah juga berfungsi untuk memudahkannya bergerak.
10. Sistem Pernapasan pada Protozoa
Hewan dan tumbuhan
bersel satu tidak memiliki alat pernapasan khusus. Keluar masuknya udara untuk
pemapasan hewan bersel satu (protozoa), misalnya Amoeba sp., terjadi
melalui selaput atau membran sel secara difusi. Menggunakan oksigen untuk
keperluan oksidasi, kadar oksigen di dalam tubuhnya berkurang, sedangkan kadar
karbon dioksida bertambah.
Hal ini mengakibakan terjadinya perbedaan kadar oksigen di luar dan di dalam sel. Selanjutnya, oksigen berdifusi masuk ke dalam sel. Demikian juga, apabila kadar CO2 di luar sel tetap, sedangkan kadar CO2 di dalam sel bertambah, CO2 diluar sel tetap, sedangkan kadar CO2 di dalam sel bertambah, CO2 di dalam sel berdifusi ke luar sel.
Terimakasih yg telah melihat blog saya, jika ada yg kurang paham silah kan komen..
Terimakasih....
Hal ini mengakibakan terjadinya perbedaan kadar oksigen di luar dan di dalam sel. Selanjutnya, oksigen berdifusi masuk ke dalam sel. Demikian juga, apabila kadar CO2 di luar sel tetap, sedangkan kadar CO2 di dalam sel bertambah, CO2 diluar sel tetap, sedangkan kadar CO2 di dalam sel bertambah, CO2 di dalam sel berdifusi ke luar sel.
Terimakasih yg telah melihat blog saya, jika ada yg kurang paham silah kan komen..
Terimakasih....
Kenapa kodok bisa hidup di dua alam?
BalasHapusSebelumnya trimakasih buat kak siti nya, baik saya akan menjawab pertanya an dari kakak knapa kodok bisa hidup di 2 alam, Karena kodok mempunyai 2 alat pernapasan untuk hidup di dua alam. yaitu di air memakai alat pernapasan kulit, dan di darat memakai paru-paru.
HapusIya terimakasih
BalasHapusIya sama sama trimakasih kembali.
HapusMateri nya menarik tapi sya ingin brtanya ap kh perbedaan fisiologi pernapasan mamalia dan manusia terimakasih
BalasHapusbaik sebelum nya terimakasi buat lusiani
Hapusbaik saya akan menjawab pertanyaan dari lusiani, kalau dari yang saya pelajari tidak ada perbedaan antara pernapasan mamalian dan manusian sama sama melalui alat pernapasan yang sama Ala-alat pernapasannya terdiri atas hidung, batang tenggorok, dan paru-paru.
terimakasih.
Mantap ini.
BalasHapusSaya ingin bertanya diatas dijelaskan Pundi-pundi udara dapat mengatur berat jenis tubuh burung. Hal itu dilakukan dengan cara mengisi atau mengosongkan pundi-pundi udara. Nah bagaimana sih proses mengisi atau mengosongkan pundi-pundi udara tersebut?
Terimakasih
baik terimakasih buat irna mustikawati
Hapusbaik yang pertama saya akan menjawab pundi pundi udara dapat mengatur berat jenis tubuh burung.
karena membantu pernapasan saat terbang, cadangan oksigen, mengatur jenis berat burung saat terbang dengan memperbesar atau memperkecil pundi udara,stabilisator suhu badan agar tidak kedinginan, membantu memperbesar rongga siring untuk mengeraskan suara. dan juga pada saat burung terbang ( mengepakkan sayapnya ) pada saat itu pundi pundi burung terbuka dan membantu bernafas sat terbang.
yang selanjut nya bagaimana proses mengisi atau mengosong kan pundi pundi udara.
dengan cara Burung terbang beberapa saat akan menghabiskan udara yang tersimpan dalam pundi-pundi untuk bernapas. Pundi-pundi udara akan diisi kembali ketika burung hinggap di atas pohon atau melayang di udara tanpa mengepakkan sayapnya.
terimakasih
Mantap ini.
BalasHapusSaya ingin bertanya diatas dijelaskan Pundi-pundi udara dapat mengatur berat jenis tubuh burung. Hal itu dilakukan dengan cara mengisi atau mengosongkan pundi-pundi udara. Nah bagaimana sih proses mengisi atau mengosongkan pundi-pundi udara tersebut?
Terimakasih
Materinya sudah bagus.
BalasHapusCuma teksnya di rapikan lagi
ok terimakasih buat stepvanus, tpi sebelumnya saya ingin kasi tahu tentang tulisan sebenar nya jika di leptop tulisn nya sudah rapi. tapi terimakasih buat step
HapusKereen bangett. Semua sistem pernapasan pada hewan di bahas di materi ini. Sukaa lah. Tapii saya masih belum paham nih, ada gak perbedaan yang sangat mencolok dari semua sistem pernapasan pada hewan? Tolong jelaskan. Terimakasih
BalasHapusok terimakasih buat reka, perbedaan yang mencolok dari semua sistem pernpasan ada kalau menurut saya di sistem pernapasan pada Protozoa
HapusHewan dan tumbuhan bersel satu tidak memiliki alat pernapasan khusus. Keluar masuknya udara untuk pemapasan hewan bersel satu (protozoa), misalnya Amoeba sp., terjadi melalui selaput atau membran sel secara difusi. Menggunakan oksigen untuk keperluan oksidasi, kadar oksigen di dalam tubuhnya berkurang, sedangkan kadar karbon dioksida bertambah. ya mungkin hanya ini yang mencolok dari yang lain nya.
terimakasih
hei mistur.... :)
BalasHapussaya mau bertanya tentang materi anda saya tertari pada sistem Pernapasan pada Udang-udanga. pertanyaan nya bagaimana pernapasan udang secara internel/didalam ?
:)
ya haii jga baik terimakasih buat rio andika, pernapsan udang secara internel itu sama saja dengan Pada umumnya bernafas dengan insang, kecuali yang bertubum Crustacea yang berukuran sangat kecil bernafas dengan seluruh
Hapuspermukaan tubuhnya.
terimaksaih.
Diatas kan dikatakan bahwa “Hewan mamalia memiliki sistem dan mekanisme pernapasan yang sama dengan manusia”. Jadi yang ingin saya tanyakan adalah apakah tidak ada sedikit saja perbedaannya? Jika ada jelaskan ya saudara mistur!
BalasHapusTerima kasih
baik mila terimakasih memang kalau yang saya pelajari memang sama tidak ada perbedaan nya paling perbedaan nya pada orga dalah sistem pernapasan nya seperti Pada paru-paru terdapat gelembung paru-paru (aveolus) yang berdinding tipis dan terdiri atas satu lapis sel.
Hapusterimakasih.
Materi yang menarik tetapi saya ingin bertanya apa yang membedakan sistem pernafasan amfibi sama reftilia
BalasHapusTerima kasih
naik terimakasih lensi yang membdakan nya ada pada sistem ernapasan nya dan hewan nya, yaitu Sistem Pernafasan pada hewan jenis Reptil.
BalasHapusHewan jenis Reptil (Hewan melata), Seperti misalnya Kura-kura, kadal, komodo,biawak, buaya bernafas menggunakan paru-paru.
Keunikan dari hewan jenis reptil adalah memiliki katup pada saluran pernafasannya, pada saat berada di dalam air hewan jenis reptil dapat menutup katup saluran pernafasan yang terdapat pada hidung, batang tenggorok, sehingga air tidak masuk ke dalam paru-paru.
sedang kan Sistem Pernafasan pada hewan jenis Amfibi.
Hewan jenis amfibi adalah hewan yang dapat hidup di air maupun di darat.
Sistem pernafasan pada hewan jenis Amfibi menggunakan beberapa cara, yaitu menggunakan Paru-paru, insang dan kulit.
Seperti misalnya sistem pernafasan pada Katak Katak yang masih bayi berupa larva yang hidup di dalam air, bernafas menggunakan Insang luar yang berada di bagian belakang kepalanya. Katak yang berusia 9 hari disebut berudu, bernafas menggunakan insang dalam. Katak dewasa yang sudah dapat hidup di darat maupun di air melakukan pernafasan dengan menggunakan paru-paru dan kulit.
terimakasih tomas.
Bagus sekali penjelasan beserta gambarnya, tapi saya ingin bertanya apa kah sama pernapasan kodok sama katak?
BalasHapusterimakasih juwita hahahaahhh, sama juwita kodok dan katak itu sama pada sistem pernapasan nya, cuma beda nya hanya pada bentuk tubuh dan kulitnya saja.
Hapusterimakasih
Asalammualaikum, saya ingin bertanya bagaimana mekanisme pundi-pundi udara pada burung berfungsi untuk membantu pernapasan pada waktu terbang?
BalasHapus